BINTANG
Setiap
pukul 05.00 pagi, Bintang sudah mulai membuka mata, bangun dari tempat tidur
dan dia segera bergegas untuk membuka jendela kamarnya. Udara pagi hari yang
segar, dengan tenang dia hirup. Diawali dengan keceriaan dia semangan untuk
memulai rutinitas harinya. Sebelum berangkat sekolah biasanya dia suka
menyempatkan waktu untuk berolahraga dan lari dihalaman rumahnya. Kemudian setelah
itu diaa segera mandi, berpakaian dan siap-siap untuk berangkat ke sekolah. Berseragam
putih abu-abu, bertas merah, dan berjalan menaiki angkutan.
Jarak dari sekolah ke rumahnya tidak begitu jauh, dia bersekolah di SMA 26 Raharja. Memang dia setiap hari selalu berangkat naik angkutan. Tetapi pagi itu ada sebuah kejadian yang sangan mengesalkan karena pagi itu harus mengejar angkutan, dia telah tertinggal angkutan. Bintang berlari mengejar angkutan itu “Angkoooot tungguuu!!! Aku mau naik. Abang supir jangan tinggalkan aku!!”, teriak Bintang. Dengan terengah-engah diapun dapat meraih pintu angkutan, karena angkutan belum begitu jauh dan jalannya pun masih pelan.
Jarak dari sekolah ke rumahnya tidak begitu jauh, dia bersekolah di SMA 26 Raharja. Memang dia setiap hari selalu berangkat naik angkutan. Tetapi pagi itu ada sebuah kejadian yang sangan mengesalkan karena pagi itu harus mengejar angkutan, dia telah tertinggal angkutan. Bintang berlari mengejar angkutan itu “Angkoooot tungguuu!!! Aku mau naik. Abang supir jangan tinggalkan aku!!”, teriak Bintang. Dengan terengah-engah diapun dapat meraih pintu angkutan, karena angkutan belum begitu jauh dan jalannya pun masih pelan.
Setelah
di dalam angkutan, ternyata tempat duduk sudah terisi penuh, desak-desakan
berdiri. Disalah satu tempat duduk ada seorang laki-laki berjaket hitam dan
menutupi kepalanya. Memakai ceana abu-abu dan memakai tas berbarna biru. “Hey…
Boleh aku duduk?”, pinta bintang. Sayang, laki-laki itu hanya mengangkat
tangannya menandakan tidak mau. Rasa kesalpun muncul, karena lelaki itu tidak
mau mengalah dengan seorang wanita dan akhirnya dia harus berdiri selama 25
menit.
Setelah
sampai depan sekolah, lelaki itu berkata “Bang, saya turun”. Bergegas turun dan
berjalan cepat menuju sekolah. Bintangpun turun menyusul, tetapi dia bingun
dengan laki-laki itu siapa, karena dia belum pernah melihat lelaki itu
sebelumnya. Wajar, Bintang merupakan murid baru kela 10. Setelah kejadian pagi
itu, Bintang ingin mencari tahu siapa lelaki itu yang super cuek dan jutek. Ternyata,
lelaki itu adalah ketua dari Organisasi Sosial Limit Siswa yang bernama Dino
kelas 12. Dia sifatnya cuek, apalagi kepada orang yang super manja seperti
Bintan, pasti dia akan jutek dan enggan untuk berbicara.
Tidak
tahu mengapa Bintang tiba-tiba ingin sekali berkenalan dengan Dino, setelah
dilihat dari latar belakang Dino yang aktif di sekolah, Bintang pun ingin
sekali dekat dan berbagi informasi kegiatan yang diadakan lewat Organisasi SLS.
Dengan penuh tekad, Bintang memutuskan untuk bergabung di Organisasi itu. Setelah
hari demi hari dia lalui, dan kini saatnya dia resmi menjadi anggota SLS.
“Selamat
bergabung”, dengan tersenyum Dino berkata kepada Bintang. “Iya terimakasih ka”,
jawab Bintang. “Jangan lelah kamu untuk mengikuti kegiatan ini, karena disini
kamu akan mendapatkan pelajaran yang berharga untuk anak manja seperti kamu”,
ujar Dino. “Iya ka, terimakasih. Aku giat berlatih dan jangan kakak lelah untuk
mengingatkanku dan memarahiku jika aku salah”, pinta Bintang. “Tanpa kamu suruh
pun, aku akan memarahimu jika kamu manja dan tidak ada sikap!” Seru Dino. “Siap
ka”, kata Bintang.
Kegiatan
Sosial Limit Siswa ini sangat baik diikuti oleh Bintang, pelajaran yang dia
sudah pelajaripun banya apalagi mengenai kemanusiaan. Bintang yang biasanyanya
manja, keras, dan malas. Sekarang semuanya berubah dan menjadi lebih rajin,
disiplin dan tidak sulit diatur. Jelas karena setiap harinya dia selalu diawasi
oleh Dino. Semakin hari, Bintan dan Dino semakin dekat, mereka semakin solid dan
semakin berteman dengan akrab.
Tidak
pernah terbayangkan oleh Bintang sebelumnya untuk dapat berubah dan dekat
dengan kak Dino. Tetapi sekarang dia yakin kerena dengan niat yang baik, dia dapat
berteman dengan kak Dino yang cuek dan jutek. Dan kini harinya pun penuh warna
karena dapat berbicara dan bercanda
begitu akrab dengan orang yang sebelumnya dianggap tidak menerima
kehadiran Bintang di hidup seseorang itu dan sekarang lelaki itu dapat membawa
perubahan ke dalam kehidupan Bintang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar