Jumat, 07 Februari 2014

Cerpen 1






BINTANG

Setiap pukul 05.00 pagi, Bintang sudah mulai membuka mata, bangun dari tempat tidur dan dia segera bergegas untuk membuka jendela kamarnya. Udara pagi hari yang segar, dengan tenang dia hirup. Diawali dengan keceriaan dia semangan untuk memulai rutinitas harinya. Sebelum berangkat sekolah biasanya dia suka menyempatkan waktu untuk berolahraga dan lari dihalaman rumahnya. Kemudian setelah itu diaa segera mandi, berpakaian dan siap-siap untuk berangkat ke sekolah. Berseragam putih abu-abu, bertas merah, dan berjalan menaiki angkutan.
Jarak dari sekolah ke rumahnya tidak begitu jauh, dia bersekolah di SMA 26 Raharja. Memang dia setiap hari selalu berangkat naik angkutan. Tetapi pagi itu ada sebuah kejadian yang sangan mengesalkan karena pagi itu harus mengejar angkutan, dia telah tertinggal angkutan. Bintang berlari mengejar angkutan itu “Angkoooot tungguuu!!! Aku mau naik. Abang supir jangan tinggalkan aku!!”, teriak Bintang. Dengan terengah-engah diapun dapat meraih pintu angkutan, karena angkutan belum begitu jauh dan jalannya pun masih pelan. 

Setelah di dalam angkutan, ternyata tempat duduk sudah terisi penuh, desak-desakan berdiri. Disalah satu tempat duduk ada seorang laki-laki berjaket hitam dan menutupi kepalanya. Memakai ceana abu-abu dan memakai tas berbarna biru. “Hey… Boleh aku duduk?”, pinta bintang. Sayang, laki-laki itu hanya mengangkat tangannya menandakan tidak mau. Rasa kesalpun muncul, karena lelaki itu tidak mau mengalah dengan seorang wanita dan akhirnya dia harus berdiri selama 25 menit.

Setelah sampai depan sekolah, lelaki itu berkata “Bang, saya turun”. Bergegas turun dan berjalan cepat menuju sekolah. Bintangpun turun menyusul, tetapi dia bingun dengan laki-laki itu siapa, karena dia belum pernah melihat lelaki itu sebelumnya. Wajar, Bintang merupakan murid baru kela 10. Setelah kejadian pagi itu, Bintang ingin mencari tahu siapa lelaki itu yang super cuek dan jutek. Ternyata, lelaki itu adalah ketua dari Organisasi Sosial Limit Siswa yang bernama Dino kelas 12. Dia sifatnya cuek, apalagi kepada orang yang super manja seperti Bintan, pasti dia akan jutek dan enggan untuk berbicara.

Tidak tahu mengapa Bintang tiba-tiba ingin sekali berkenalan dengan Dino, setelah dilihat dari latar belakang Dino yang aktif di sekolah, Bintang pun ingin sekali dekat dan berbagi informasi kegiatan yang diadakan lewat Organisasi SLS. Dengan penuh tekad, Bintang memutuskan untuk bergabung di Organisasi itu. Setelah hari demi hari dia lalui, dan kini saatnya dia resmi menjadi anggota SLS.

“Selamat bergabung”, dengan tersenyum Dino berkata kepada Bintang. “Iya terimakasih ka”, jawab Bintang. “Jangan lelah kamu untuk mengikuti kegiatan ini, karena disini kamu akan mendapatkan pelajaran yang berharga untuk anak manja seperti kamu”, ujar Dino. “Iya ka, terimakasih. Aku giat berlatih dan jangan kakak lelah untuk mengingatkanku dan memarahiku jika aku salah”, pinta Bintang. “Tanpa kamu suruh pun, aku akan memarahimu jika kamu manja dan tidak ada sikap!” Seru Dino. “Siap ka”, kata Bintang.

Kegiatan Sosial Limit Siswa ini sangat baik diikuti oleh Bintang, pelajaran yang dia sudah pelajaripun banya apalagi mengenai kemanusiaan. Bintang yang biasanyanya manja, keras, dan malas. Sekarang semuanya berubah dan menjadi lebih rajin, disiplin dan tidak sulit diatur. Jelas karena setiap harinya dia selalu diawasi oleh Dino. Semakin hari, Bintan dan Dino semakin dekat, mereka semakin solid dan semakin berteman dengan akrab. 

Tidak pernah terbayangkan oleh Bintang sebelumnya untuk dapat berubah dan dekat dengan kak Dino. Tetapi sekarang dia yakin kerena dengan niat yang baik, dia dapat berteman dengan kak Dino yang cuek dan jutek. Dan kini harinya pun penuh warna karena dapat berbicara dan bercanda  begitu akrab dengan orang yang sebelumnya dianggap tidak menerima kehadiran Bintang di hidup seseorang itu dan sekarang lelaki itu dapat membawa perubahan ke dalam kehidupan Bintang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar