Mungkinkah
Disaat aku sedang
berada dalam keadaan bahagia, ceria, sedih, bosan, hampa, jenuh bahkan pada
saat berada diposisi keterpurukan, keresahan, kebimbangan, keputus asaan dan
buta akan arah, mungkinkah ada seseorang yang datang menghampiriku dan bertanya
kepadaku “Kamu kenapa?”. Apakah ada
seseorang yang senantiasa merangkul pundakku dan berkata “Jangan takut, kamu
tidak sendiri. Ada aku disini”. Mungkinkah ada?
Karena sebenarnya aku
ternyata membutuhkan seseorang yang selalu memberikan senyumannya kepadaku.
Memang aku sering berkata “Santai aja dalam hidup”. Tapi dibalik kalimat itu
ternyata terdapat suatu cobaan yang harus aku jalani, aku ingin bercerita
kepada seseorang, aku ingin berteriak kepada langit, aku ingin bercerita kepada
dunia, akan semua perasaan dan cobaan yang aku alami dalam hidupku ini. Tapi
semuanya sulit, aku tidak dapat bercerita dan berteriak dengan sesuka hatiku
karena aku sesungguhnya manusia yang diam akan cerita. Aku hanya bisa menulis
mencurahkan semua keadaan. Karena aku tidak tau kenapa aku seperti ini?
Suatu ketika aku
harus menguatkan diriku akan kondisi yang menuntut aku akan ketegaran. Bingung
akan fikiran, resah akan tindakan. Aku sesungguhnya bosan akan sifat ini, aku
ingin seperti manusia yang lainnya yang selalu bercerita, bebas, dan melakukan
hal sesuka dengan hati mereka. Berbicara akan hal yang mereka ingin katakan. Tapi
apa aku? Aku adalah manusia diam. Manusia yang tidak bisa menuntut akan
kebebasannya, manusia yang tidak memiliki cerita, manusia yang tidak dapat melakukan
kebebasan yang aku mau.
Lebay memang, tapi
ini merupakan kondisi yang ingin aku sampaikan. Ketenangan dan kenyaman yang
amat aku inginkan. Bukan kerisauan bukan juga kebimbangan akan keserbah salahan
yang aku dapatkan. Kenyamanan akan kondisi baru.

jika ada niat untuk berubah menjadi yang diinginkan dan itu ada dalam diri sendiri ngga akan sulit kok untuk merubahnya. asal ada niat dan kemauan aja :)
BalasHapus