Senin, 04 November 2013

Hujan dan tanah

Hujan dan Tanah
Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba didaratan tanah. Sementara tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.
Taukah kamu apa hubungan antara hujan dengan tanah?

Hujan dan tanah dapat dipengaruhi oleh cuaca. Disini cuaca dapat menentukan semuanya. Ada dua kemungkinan yang dapat menjadi pertimbangan cuaca, apakah cuaca itu mendukung atau tidak mendukung untuk terciptanya pertemuan antara hujan dengan tanah.

Kemungkinan pertama, apabila cuaca tidak mendukung, maka hujan dan tanah tidak akan di pertemukan. Cuaca itu mendatangkan kemarau yang buruk. Keadaan kemarau ini akan mengakibatkan, kehidupan di bumi akan kering kekurangan oksigen dan bahkan tidak hidupnya kehidupan yang berada dipermukaan tanah. Tetapi dalam kemungkinan kedua, jika cuaca mendukung untuk mempertemukan hujan dan tanah, maka keadaan mendatangkan musim penghujan yang berdampak pada hidupnya kehidupan yang berada di permukaan tanah. Dan ini merupakan saatnya yang aku tunggu tunggu.

Di saat hujan turun dari awan yang menutupi langit, datanglah sebuah hujan yang akan banyak meneteskan airnya dan terjun membasahi  tanah. Apa yang akan dirasakan oleh tanah?

Ya.. tentunya tanah akan selalu bahagia di setiap sang hujan turun untuk datang  menemani. Kehangatan yang dirasa menaburkan rasa yang tidak pernah dirasakan tanah semasa hidupnya untuk saat ini. Dikala hujan memberikan kehangatan, begitu bahagianya  tanah akan keadaan yang dapat menyejukan akan kehangatan yang diturunkan oleh sang hujan. Air yang turun merupakan oksigen yang dibutuhkan di saat tanah mulai rentan tak berdaya. Disaat hujan turun dengan meneteskan air yang dia turunkan dan tanah mengharapkan untuk hujan tidak berhenti, Ingin rasanya di saat merasakan tetes demi tetes air yang mengalir dengan membawakan kenyamanan dan kebahagiaan yang dicari selama ini tidak akan hilang, bahkan semuanya itu tidak mau berhenti dengan cepat. Tak dapat dipungkiri, betapa berartinya tetesan hujan itu untuk sang tanah.

Diasaat hujan tidak kunjung datang, apa yang dirasakan oleh tanah?

Jika hujan tidak kunjung datang, maka tanah akan mencari dan menunggu kedatangan sang hujan. Dan tanah bertanya kepada awan “kapan kamu turunkan hujan kembali? Kenapa hujan itu tidak kamu turunkan? Dan apa kamu tau, betapa berartinya tetesan hujan itu untuk hidupku?”. Sungguh tidak berdayanya permukaan ini tanpa tetesan kasih sayang dari sang hujan yang biasanya mengaliri semua rasa kenyamanan dan kehangatan yang hujan berikan saat membasahi permukaan tanah. Tapi jika hujan itu justru tidak kunjung datang kembali, maka apa yang akan tanah lakukan? Mungkin tanah akan bisa terdiam dan tersenyum. Dan berfikir mungkin ini saat nya hujan tidak mau memberikan tetesan airnya untukku. Mungkin sang tanah harus bertahan dengan hidupnya tanpa daya, tanpa oksigen dari hujan sampai akhirnya permukaan itu menjadi kering dan tidak dapat menghidupkan hidupnya. Tanah akan menunggu dan berharap hujan sampai hidupnya menjadi hidup kembali karena kedatangan sang hujan.

Hubungan hujan dengan tanah itu sebenarnya sangat berarti, mereka saling menghidupkan, mereka saling memberikan rasa kasih sayang, mereka saling memberikan energi hidup, dan mereka saling memberikan warna. Semakin hari ingin rasanya aku melihat hujan turun dan membasahi tanah. Sungguh bahagianya mereka jika dipertemukan, dan kebahagiaan itupun dapat aku rasakan. Hujan dan tanah bukan suatu yang aku anggap biasa, tetapi hujan dan tanah sangat luar biasa. Indahnya kebagiaan yang tercipta di dalam kehidupan mereka, ingin rasanya aku masuk dan bercerita banyak kepada mereka ya.. “hujan dan tanah”.   


Sumber foto:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar