Sabtu, 19 Januari 2013

MUNGKIN

Dikala suatu saat teringat seseorang, ingin rasanya bersamanya selalu. Tapi apa daya jika kita menjauh akan semakin teringat. Apa salah nya jika diri ini ingin selalu bersamanya walau hitungan detik. Aku ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan memegang tangannya walau sekejap. Jika itu hanya sebuah mimpi aku pun rela jika itu dirinya. 

Aku mulai merasakan suatu saat jika dia harus hilang. Aku akan siap untuk menerima kedatangan dia kembali dan siap menerima untuk kerelaan diri ini jika harus kehilangan dirinya. Walau itu mustahil bagiku Tapi itu bisa jadi terjadi. Dirinya bukanlah tidak mungkin, tapi dirinya adalah kemungkinan jika di izinkan oleh Sang Maha Kuasa. 
Saat waktu berjalan terus, ada suatu keyakinan yang membuat sedikit harapan itu muncul kembali. Aku yakin jika suatu saat nanti itu bukanlah mimpi, tapi suatu kenyataan dan fakta jika jalannya di izinkan untuk bersatu dalam satu jalur yang sama. Harapan itu pasti ada, dan kemungkinan itu juga ada. Tapi jika tidak di izinkan, maka aku akan selalu bahagia jika melihat dirinya bahagia. Karena kebahagiaan itu bukan hanya aku yang merasakan, tapi rasakan kebahagiaan itu dengan kerelaan dan kasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar