Dikala suatu saat teringat seseorang, ingin
rasanya bersamanya selalu. Tapi apa daya jika kita menjauh akan semakin
teringat. Apa salah nya jika diri ini ingin selalu bersamanya walau hitungan
detik. Aku ingin melihat wajahnya, mendengar suaranya, dan memegang tangannya
walau sekejap. Jika itu hanya sebuah mimpi aku pun rela jika itu dirinya.
Aku mulai merasakan suatu saat jika dia harus
hilang. Aku akan siap untuk menerima kedatangan dia kembali dan siap menerima untuk
kerelaan diri ini jika harus kehilangan dirinya. Walau itu mustahil bagiku Tapi
itu bisa jadi terjadi. Dirinya bukanlah tidak mungkin, tapi dirinya adalah
kemungkinan jika di izinkan oleh Sang Maha Kuasa.
Saat waktu berjalan terus, ada suatu keyakinan
yang membuat sedikit harapan itu muncul kembali. Aku yakin jika suatu saat
nanti itu bukanlah mimpi, tapi suatu kenyataan dan fakta jika jalannya di
izinkan untuk bersatu dalam satu jalur yang sama. Harapan itu pasti ada, dan
kemungkinan itu juga ada. Tapi jika tidak di izinkan, maka aku akan selalu
bahagia jika melihat dirinya bahagia. Karena kebahagiaan itu bukan
hanya aku yang merasakan, tapi rasakan kebahagiaan itu dengan kerelaan dan
kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar