Dia
adalah seseorang yang aku sukai saat itu.Dia adalah seseorang yang aku kagumi
saat itu.Dia adalah seseorang yang buat semangatku muncul saat itu.Dia adalah
seseorang yang membuat aku jatuh hati saat itu.Dia adalah seseorang yang slalu
aku lihat saat itu.Tapi mengapa dia bukan seseorang yang aku cintai, aku
miliki, dan aku sayangi.Mungkin semuanya hanya sebuah
kekaguman dan sebuah rasa
sesaat yang disebut suka. Aku
sadar sekali dengan perasaan ini, karena mana mungkin aku dapat mengenali
dia. Sungguh sulit rasanya dan aku berfikir mungkin tidak pernah terjadi.
Tapi aku penasaran dengan rasa keberanianku.Dari dulu aku tidah pernah bisa
menyatakan perasaan suka kepada teman temanku terhadap seseorang, yang kubisa
hanyalah pendam perasaan itu. Tapi sungguh sakit memendam perasaan terhadap
seseorang itu karena hanya dapat berharap dan tanpa dirinya mengetahui. Bahkan
aku jujur den mengakui diriku sendiripun tidak bisa. Aku tidak cukup berani
untuk mengakui perasaan, apalagi cerita kepada teman temanku pasti sulit.Dan
akhirnya akupun mulai mengetes keberanianku apakah aku dapat jujur atau tidak.
Aku coba, aku beranikan diri untuk jujur kepada diriku dan teman temanku bahwa
aku menyukai Dia, seseorang yang sudah membuatku jatuh hati pada awal ku
melihat dia. Hari demi hari akhirnya satu persatu temanku mengetahuinya, dan
akupun tidak dapat menampik dari kenyataan itu. Aku ingin sekali mengenali
dia, dan langkah awalku adalah berkenalan melalui situs sosial. Kemudian
langkah awalkupun membuahkan hasil, aku dapat berkenalan dengan dia dan aku
diterimanya sebagai teman. Setiap hari aku dan dia selalu mentions. Tapi
walaupun mentions sehari 1 kali, tidak apa. Setidaknya aku berani.Setelah satu
bulan berlalu semakin hari aku merasa harapanku untuk dia semakin berkurang.
Entahlah apa yang membuat perasaanku semakin mundur harapan. Kembali lagi
keawal, aku tidak akan pernah bisa memiliki dia. Kepercayaan dirikupun semakin
menurun. Dan suatu ketika, aku memutuskan untuk tidak menaruh harapan lagi
kepada dirinya. Karena dia tidak mungkin dapat menerima diriku, sampai kapanpun
semuanya tidak bisa dan tidak akan terjadi.Tapi walau harapanku telah hilang,
aku sungguh bahagia dia dapat menerimaku sebagai temannya.Inilah yang membuatku
dari dahulu sulit untuk jatuh cinta, aku tidak ingin jatuh seketika dan senag
seketika juga. Tapi aku sadar hidup itu adalah perjuangan dan perlombaan. Dalam
kehidupan penuh dengan petualangan, penuh dengan survei dimana saatnya atau
bukan saatnya. Aku sadar, aku harus lebih berani untuk menjalani petualangan hidup,
walaupun itu terkadang berliku tetapi masih banyak keindahan kebahagiaan yang
wajib aku dapatkan. Aku akan berani memulai petualangan hidup dan aku akan
lebih jujur dan mengakui perasaan terhadap diriku sendiri. Apapun itu, Siapapun
itu, Bagaimanapun itu, Kapanpun itu, Dimanapun itu aku yakin Itu adalah Terbaik
bagiku. Terlalu Indah untuk aku lewatkan .Aku adalah Saya. Petualangan Hidup!
Semangat!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar