Senin, 07 Januari 2013

Dia Sesaat

Dia adalah seseorang yang aku sukai saat itu.Dia adalah seseorang yang aku kagumi saat itu.Dia adalah seseorang yang buat semangatku muncul saat itu.Dia adalah seseorang yang membuat aku jatuh hati saat itu.Dia adalah seseorang yang slalu aku lihat saat itu.Tapi mengapa dia bukan seseorang yang aku cintai, aku miliki, dan aku sayangi.Mungkin semuanya hanya sebuah
kekaguman dan sebuah rasa sesaat yang disebut suka. Aku sadar sekali dengan perasaan ini, karena mana mungkin aku dapat mengenali dia. Sungguh sulit rasanya dan aku berfikir mungkin tidak pernah terjadi. Tapi aku penasaran dengan rasa keberanianku.Dari dulu aku tidah pernah bisa menyatakan perasaan suka kepada teman temanku terhadap seseorang, yang kubisa hanyalah pendam perasaan itu. Tapi sungguh sakit memendam perasaan terhadap seseorang itu karena hanya dapat berharap dan tanpa dirinya mengetahui. Bahkan aku jujur den mengakui diriku sendiripun tidak bisa. Aku tidak cukup berani untuk mengakui perasaan, apalagi cerita kepada teman temanku pasti sulit.Dan akhirnya akupun mulai mengetes keberanianku apakah aku dapat jujur atau tidak. Aku coba, aku beranikan diri untuk jujur kepada diriku dan teman temanku bahwa aku menyukai Dia, seseorang yang sudah membuatku jatuh hati pada awal ku melihat dia. Hari demi hari akhirnya satu persatu temanku mengetahuinya, dan akupun tidak dapat menampik dari kenyataan itu. Aku ingin sekali mengenali dia, dan langkah awalku adalah berkenalan melalui situs sosial. Kemudian langkah awalkupun membuahkan hasil, aku dapat berkenalan dengan dia dan aku diterimanya sebagai teman. Setiap hari aku dan dia selalu mentions. Tapi walaupun mentions sehari 1 kali, tidak apa. Setidaknya aku berani.Setelah satu bulan berlalu semakin hari aku merasa harapanku untuk dia semakin berkurang. Entahlah apa yang membuat perasaanku semakin mundur harapan. Kembali lagi keawal, aku tidak akan pernah bisa memiliki dia. Kepercayaan dirikupun semakin menurun. Dan suatu ketika, aku memutuskan untuk tidak menaruh harapan lagi kepada dirinya. Karena dia tidak mungkin dapat menerima diriku, sampai kapanpun semuanya tidak bisa dan tidak akan terjadi.Tapi walau harapanku telah hilang, aku sungguh bahagia dia dapat menerimaku sebagai temannya.Inilah yang membuatku dari dahulu sulit untuk jatuh cinta, aku tidak ingin jatuh seketika dan senag seketika juga. Tapi aku sadar hidup itu adalah perjuangan dan perlombaan. Dalam kehidupan penuh dengan petualangan, penuh dengan survei dimana saatnya atau bukan saatnya. Aku sadar, aku harus lebih berani untuk menjalani petualangan hidup, walaupun itu terkadang berliku tetapi masih banyak keindahan kebahagiaan yang wajib aku dapatkan. Aku akan berani memulai petualangan hidup dan aku akan lebih jujur dan mengakui perasaan terhadap diriku sendiri. Apapun itu, Siapapun itu, Bagaimanapun itu, Kapanpun itu, Dimanapun itu aku yakin Itu adalah Terbaik bagiku. Terlalu Indah untuk aku lewatkan .Aku adalah Saya. Petualangan Hidup! Semangat!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar